lewat "jalan tiku", jalan pintas, jalan terobosan ato apalah..............
greng..........., motor terus melaju dg meliuk2 kesana kemari. salip menyalip antar kendaraan pun menjadi hal biasa, termasuk dimalam itu, dan tentu kendaraan yg kutumpangi juga. asap2 knalpot mengepul, menjadi hirupan tiap menit saat itu. ah........., menyebalkan....., gerutuku dalam hati. karena hal inilah yg aku tak sukai jika mengendarai motor.
wah............, lumayan juga sipengendara motor yg kutumpangi, lumayan lihai dlm menjalankan motor ini, lumayan lancar menyalip yg lain, lumayan grasa grusu, lumayan membuat jantungku berdetak agak kencang dag dig dug...., uh........., lumayan mengerikkan juga nich cewek mengenderai motornya. tapi aku akui, dia berani bahkan lebih berani dari aku. ah aku masih ingat, saat melewati jejeran kampus tadi, panjang lebar dia bercerita ttg ia yg mulai bisa motor. ah............., aku hanya mengangguk tanpa ia tahu, dan tentu kujawab dg ya..., ya..., dan ya..., dg sambil kututup berkali2 mulutku ini ( menguap, terkantuk2, hehehehe...., seperti mendengarkan dongeng saja ).
jalan msh saja gelap dalam pandanganku ( mungkin karena kondisi mataku yg sdh tidak beres, hehehehe ).
keramaian, mulai terlihat oleh kami semu. haaaaaa, akhirnya samapi juga pada tempat yg dituju.
dg sedikit bercanda, dan tertawa dg situkang parkir, aku dan temen2 memarkir motor ( aku sich cuma kebagian nyengir dan tertawa, krn jujur saja aku tak pandai berbasa basi ria kecuali dlm keadaan terpaksa , hehehe). dan uang 2rb pun dikeluarkan untuk membayar parkiran.
cari posisi uenak, hehehehe......, kami ber4pun melangkah kesana kemari tak tau kemana. dari anak kecil, remaja, dewasa, orang tua ada disitu......., pedagang makanan, mainan, memenuhi sekitar alun2.
kami terus masuk areal alun2 ini, dan menerobos masuk diantara orang2 yg datang. ampun dah, kakiku dah mulai sakit, capek euy....
arah kanan kami pilih,dan tak kusangka ternyata disitu banyak sekali pedagang. dari pedagang pakaian, pedagang pernak pernik, dan juga pedagang makanan. mampir dilapak pedagang pakaian, temen2pun memilih2 baju. ah........, aku juga ikut2an. padahal aku sich jauh dari minat untuk membelinya. dan iseng tanganku merogoh saku celana, dompet kecilkupun segera terjamah oleh tanganku. dan betapa terkejutnya aku, Astaghfirulloh........, ucapku lirih. ternyata aku membawa dompet yg berisi uang hanya beberapa ribu saja. Ya Alloh, aku baru menyadarinya.dag...., jangtungku tentu berdentum agak keras, darahku berdesir, aku merasakan benar alirannya dan suhu tubuhku mendadak lebih hangat dari biasanya. untung saja tadi tak jadi makan dulu, coba kalo jadi, aku bayar pake apa? mau ngutang, aduh tentu aku gak enak ( karena aku tau kondisi kami masing2, aku disini yg sdh kerja ). Subhanalloh......, memang benar Kau memberikan pada hambaMu yg terbaik (padahal tadi, aku bersemangat sekali dan terbayang2 makanan disalah satu tempat yg tergolong baru dan sepertinya bernilai ). Ya Alloh, Kau telah menolong hambaMu ini. terima kasih Ya Alloh.
kami berhenti, disebuah lapak yg dikerumuni ibu2. lumayan rame juga nich lapak. dan ternyata, wajah pedagang itu cukup tak asing. aku berbisik lirih pada temanku. ah........, nich orang kan yg suka nyablon pakaian anak2 di gor kalo minggu pagi. temankupun hanya mengangguk dan bilang ya. hem..............., mungkin juga pedagang disini jika malam minggu membuka lapak di alun2, dan minggu paginya mereka pindah ke gor satria. ya........, mungkin saja.
"mas, aku sablon ini satu ya....",selonong temanku dg ciri khasnya yg rame dan tersenyum lebar.
sipenyablon itupun mengangguk pelan.
waduuuuuuuuuuuh, tapi kok lama amat,keluhku dlm hati.alhasil, kakiku dah mulai gemetar, capek.
masih 2 lagi, itulah jawaban sipenyablon sekaligus penjual baju anak2 itu.
satu baju tlh selesai, dan satu baju lagi............., dan.............., lha kok blm selese juga. waduh, aku mulai agak kesal, dan mencoba menutupinya dg senyum hambar.
dan ternyata satu orang itu, menyablon beberapa baju. wuaduuuuuuuuuuuuuuuuuuuh, ternyata eh ternyata ya, alasannya beliin buat anak tetangga, ya panteslah lama amat.
aku duduk disebelah lapak ini, pelan celana2 yg dilapak aku singkirkan dg tersenyum2 oon (hehehehe, kan takut kalo dimarahi sipenjual)....
berbondong2 dari anak2, sampe orang tua kealun2 ini.
tiba disamping lapak penyablon ini, tepatnya dilapak yg kududuki ini (sipenjual celana).
4 manusia, uh.....................seragam juga nich orang (bukan seragam dari bajunya ato celananya, tapi tubuhnya euy),hehehehe, semuanya gempal.3 orang cowok, 1orang cewek.......
"maaaaaaaaaaa, aku capek. gendong donk",rengek sianak gempak paling kecil itu.
"ah.............,ayah kamu capek, jalan aja",jawab siibu yg bertubuh gempal pula.
ah....., aku cuma cengar sengir dan celingukan kesana kemari, seperti mencari teman untuk tersenyum bersama. hahay.............., ternyata temanku juga nyengir....
"ya dah, aku digendong mama aja...", kembali anak itu berucap.
"eh........., mama ya gak kuat gendong kamu",siibu itu menimpali.
aku yg mendengar percakapn mereka dari tadi, kembali nyengir2 dan kali ini mendengar percakapan tadi aku tambah cekikikan (masa sich badan tambun kayak gitu kok gak kuat gendong anaknya yg masih kecil meski sama2 tambun, bilang aja males, hehehehe, ucapku dalam hati). dan ternyata temankupun cekikikan pula. walah, dia lebih parah dari aku, suaranya terdengar cukup keras. ah..........., aku sendiri jadi gak enak mendengarnya (takut siibu tersinggu).
entah apa yg membuat lucu, tapi aku terus terkekeh2 sendiri.
tiba giliran nyablon, shaun the sheep, gambar yg lucu...........,setelah menunggu disertai celoteh2 khas kami (anak kost),akhirnya selesai juga tanpa terasa.
kembali berjalan disepanjang sebelah alun2..........., ah perutku mulai merasakan lapar.
"mau beli apa nich.........",selonong salah satu dari kami.
ah serba bingung. kalo beli mie ayam, jadi gak makan nasi.
ah ada molen. tapi molennya gede2, nanti malah gak makan. hem.........., bingung.
"ayolah cari tempat buat duduk, aku capek",ujarku.
ah........., akhirnya aku bisa duduk juga. dipinggiran jalan alun2.
perutku yg sedari tadi mengeluarkan nada yg sukar ditebak dan tak berirama, menuntun gerak langkah dan mataku mencari sesuatu.
upsssssssssssss, kacang godok. ah, kebetulan sekali tepat didepan kami ada kacang godok.
ah, tanpa basa basi lagi, aku melangkah maju. meski, bentuk kacangnya kecil2, dan waduh sedikit pula isinya, toh aku nekat membelinya.
"ini berapaan, mbah", tanyaku dengan sopan.
dia jawab dengan nada yg kurang jelas. 2000.
waduh 2000, betul gak sich. 2000 2 plastik, ato 2000 1 plastik.
basa-basi aku menanyakan harganya kembali, kali aja satu plastik 2000, kan lumayan beli 2, 1bungkus buat aku sendiri, 1 bungkus buat temen2 hahahahahah.
"ya...........,2000 1 plastiknya mbak",ucap mbah penjual kacang itu.
gubraaaaaaaaaaaaaaak, uh keluhku dalam hati. ternyata, mahal juga. tapi tak apalah, aku dah lama ingin kacang godok. mungkin Tuhan memberi apa yg aku minta disini.
1plastik kacang itupun aku ambil......, ah jadinya gak buat aku sendiri nich. tapi tak apalah berbagi dengan temen2.
hem...........,enak juga nich kacang ato mungkin karena aku lapar ?
"enak.........",ucapku semangat.
"walah.......,enak apa doyan,apa laper nich",selonong teman sekamarku itu.
aku tersenyum getir.
"hehehehehe..........,iya nich enak karena laper kali",kembali aku menyanggah ucapannya.
ah........,bodo amatlah. aku makan dengan seenaknya saja. tanpa sopan santun. buang sembarangan sikulit kacang itu. masa bodoh, toh bukan cuma aku yg membuang sampah sembarangan. lihat disekeliling alun2, sampah jagung, sampah kacang sudah berserakan gak karuan.
menikmati kacang tanah godok ini, sesuatu banget gitu,hehehehehe. enak benar...., meski harus membaginya dengan yg lain, tapi mungkin itulah sisi lain dari kenikmatan hidup. berbagi.
lama.........,kami duduk dan bicara tak jelas kesana kemari.....
oh,ternyata jam digital ditanganku hampir menembus 21.00. dah malem juga nich.....
hem......,musti menunggu teman yg sedang menjemput saudara lagi. andai, aku punya kendaraan sendiri tak seperti ini jadinya. nunggu, nunggu, dan nunggu terus.........helm pun aku tak punya, hadah kok jadi gini ya...
uh...., jam 9 sdah terlewati beberapa menit.
mataku coba menelisik sekeliling alun2 ini. ah, tak ada yg kukenal. hem....., si mbah penjual kacang tadi malah dh sempurna terbaring ditempatnya berjualan (hanya beralaskan tikar seadanya, dipinggir alun2).hem...., kasihan juga pikirku. bolak balik pandanganku tertuju padanya. masih saja dia cuek, dan meneruskan tidurnya.
ah, tentu saja yg merasa iba pada dia bukan cuma aku, pastilah temen2ku juga. dan mereka yg melihat pemandangan itu, sepertinya memiliki kesamaan pemikiran denganku, kasihan sekali perempuan paruh baya itu. dlm pikirku, dimanakah keluarganya (sanak saudaranya, suaminya, anak2nya, ato cucu2nya). apakah mereka tak kasihan melihat dia, sendirian, mengisi malam dingin ini hanya beralaskan tikar, sambil terkantuk2, dengan barang dagangan yg hanya seharga 2000 perbungkus, kemudian tertidur diemperan alun2, menjadi pemandangan orang2 yg datang.
ah, aneh kenapa juga aku begitu peduli dan memikirkan perempuan ini....tapi ya aku tak bisa menghindar lagi dari pemikiran2 itu, karena aku benar2 menatapnya didepan sini.........justru aku tak bisa menikmati malam di alun2 kotaku ini.
ha........, sudahlah semua ini biarkan apa adanya saja, biarkan mereka yg datang menikmati suasana di sini, biarkan mereka berteriak riang menaiki odong2 ditengah jalan, biarkan perempuan itu tidur di depanku....
beberapa puluh menit, aku terus menunggu temanku itu. ya, membosankan juga. matakupun melihat kesana kemari, tak tentu.....
dan tiba2 saja...........
sebuah suara, membuatku mencarinya, membuat mataku mengarah padanya, meski dengan ragu aku menebaknya.........
"ha...........",ucapku lirih.
Astagfirulloh........., hatiku kemudian berucap. apa yg aku dengar tak salah.
seketika, keningku terlipat, dan reflek saja aku tersenyum dan mengalihkan padangan.
ah............, entah sengaja atau tidak aku beradu pandang dengan teman sekamarku. agak lama kami bersitatap....
aku yg msh tersenyum, baru menyadari dia juga tersenyum, meski aku tak tau karena apa.
namun, sejurus kemudian kami sama2 tertawa, saling cekikikan, tanpa komando.
kami terus tertawa, dan menahan tawa. buru2 aku menutup tawaku dengan jaket yg kukenakan, bahkan kututup sebagian mukaku karena masih saja terlihat tertawaku yg tak bisa kutahan. temanku tertawa terbahak dan berusaha menutup dengan dua tangannya.
untuk beberapa saat, kami benar2 tertawa sambil berucap tak jelas (tertelan oleh nada tertawa kami)
"hahahahahaha............",kami sama2 menutup mulut kami. ah........, masih saja terasa lucu.
"itu tadi suara apa",celoteh satu dari kami.
"itu........., itu............"
"siapa..........., siapa yang............"
kami sama2 tertawa kembali.
padangan kami kemudian sama2 tertuju pada perempuan paruh baya tadi, sipenjual kacang godok yg tertidur pulas didepan kami. ya, suara itu. tidak salah lagi, dari situ asalnya.
"Mbak ya........",ucapnya.
"Enak aja........., bukan aku kali".
hahahahaha, kami terus tertawa.
"itu...., itu.... dari situ",ucapku sekali lagi.
sementara kami sakit perut menahan tawa yg tak bisa terhindarkan lagi, justru teman sebelah kebingungan dan hanya tersenyum2 saja. dia tak menyadari.......
setelah kami, berusaha menjelaskan diapun ikut tertawa, meski dia tidak tahu pasti kejadiannya. payah banget.....
"kok dia tidur lagi ya, gerak cuma mengeluarkan bunyi saja",ucap temanku itu.
wkwkwkwkwkwk, aku tentu tambah ngakak dengan ucapannya itu.
"mungkin dia ngantuk bgt"
"bau gak sich........",
"gak lah"
"tapi kira2 pada denger semua gak sich, mang cuma kita apa yg denger"
"iya ya mbak. tuch buktinya anak kecil itu adem ayem aja",ucap temanku
kalo yg ini, aku tambah ngakak dibuatnya.
"kayak gak ada apa2 ya, Mba. padahal cukup keras, dia kok cuek. padahal dia tepat dibelakangnya ya",ucapnya pula.
hahahahaha.......................
kok ya bisa gitu.........
"ah, mungkin dia dah ngantuk bgt and gak bisa nahan buang gas tadi",celotehku yg masih terus cekikikan.
tanganku mengacung keatas, dipohon lampu..."ah liat lampu itu bagus ya...",ucapku kembali berusaha mengalihkan perhatian, seperti biasa. benar2 gak nyambung kan. tapi itulah kebiasaanku, hehehehe
kami masih saja tertawa tak beraturan dengan kejadian tadi.......
walah ada2 aja..........
hingga temanku akhirnya datang, dan kamipun bergegas berlalu dengan sepeda motor masing2.
dan akhirnya, perutkupun terisi oleh makanan yang cukup nikmat. nikmat, karena lapar, nikmat karena memang makanannya enak, dan membuat isi dompet menjadi enteng, hahahahaha dengan harganya yg termasuk mahal.
ah..., tapi tak apalah. mungkin inilah pengalaman makan makanan bermerk. wkwkwkwkwkwkwkwk"ayam penyet suroboyo". gaya juga ya, aku beli makanan seperti ini, yg tergolong mahal bagi aku yg biasa2 saja.....
ha.........., malam minggu yg cukup mengesankan.
dan ternyata, tanpa kami tau, malam itu sebuah koran lokal meliput suasana malam minggu di alun2 purwokerto.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar